JURnal Celebes

adalah sebuah organisasi dalam bentuk asosiasi yang terdiri dari wartawan dan aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM/NGO) Sulawesi Selatan.

dibentuk pada 12 September 2002 di Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai forum independen yang mendorong penguatan masyarakat sipil dan kampanye keadilan sumber daya alam.

Visi

terwujudnya masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam mendorong kebijakan dan pengelolaan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Misi

mendorong kesadaran kolektif masyarakat untuk melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem sebagai basis ekonomi.

JPIK Perkuat Pemantauan Hulu-Hilir Featured

Senin, 11 Desember 2017 00:00 Written by  admin
Peserta Pertemuan Nasional (Pernas) Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) 2017 Peserta Pertemuan Nasional (Pernas) Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) 2017

JURnaL Celebes. Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) melaksanakan Pertemuan Nasional (Pernas), 7-8 Desember 2017 di Jakarta. Pernas merupakan kegiatan tahunan untuk mengevaluasi program dan menentukan kepengurusan baru di tingkat nasional dan focal point di setiap provinsi. Salah satu program kerja yang disepakati adalah lebih memperkuat pemantauan terintegrasi hulu dan hilir.

Sebelum kegiatan Pernas, dua dari sebelumnya didahului training penulisan laporan bagi angota JPIK, dan seminar tentang implementasi skema Penegakan Hukum, Tata Kelola dan Perdagangan Bidang Kehutanan/Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT). FLEGT merupakan perjanjian bilateral antara Uni Eropa dengan negara-negara pengekspor kayu, dengan tujuan meningkatkan tata kelola sektor kehutanan yang lestari.

Kegiatan dihadiri para Focal Point JPIK di setiap provinsi, Dewan Kehormatan, serta dari organisasi jejaring. Para focal point melakukan evaluasi program selama satu tahun. Lewat diskusi, pada pernas ini masih merencanakan program kerja di antaranya pemantauan peredaran kayu terintegrasi antara hulu dan hilir. Selain itu, peningkatan kapasitas pemantau, serta perluasan pemantauan tidak hanya pada peredaran kayu, tetapi juga deforestasi dan korupsi di bidang kehutanan.

Pernas di akhir tahun ini juga kembali menetapkan kepengurusan baru JPIK di tingkat nasional. Muhammad Kosar kembali dipilih sebagai Dinamisator Nasional. Pada periode ke depan ini, Kosar didampingi dua pengurus nasional masing-masing Muh. Ichwan Focal Point JPIK Jawa Timur dan Umi Syamsiatun Focal Point JPIK Jambi.

Sedangkan Dewan Kehormatan JPIK disepakati masing-masing Zainuri Hasyim, Ery Damayanti, Asmar Exwar, Sidik, dan Edy Suprapto.

Sedangkan 24 Focal Point di 26 provinsi masih tetap seperti periode sebelumnya. Kecuali Focal Point Jawa Timur dan Jambi yakni Muh. Ichwan dan Umi Syamsiatun yang akan diganti karena keduanya terpilih sebagai Dinamisator Nasional.

Sementara 22 Focal Point yang masih tetap masing-masing: Juli Ermiansyah Putra (Aceh), Prasetya Aan (Riau), Donny Setiawan (Sumatera Utara), Wengky Purwanto (Sumatera Barat), Rian Saputra (Sumatera Selatan), Beni Andiansyah (Bengkulu), Febri Febrianti (Lampung), Andrianto (Jawa Tengah-Yogyakarta), Irwan Dani (Jawa Barat-Banten), Baruni Hendri (Kalimantan Barat), Wancino (Kalimantan Tengah), Juliade (Kalimantan Selatan), Ahmad SJA (Kalimantan Timur), Kamiruddin (Kalimantan Utara), Mustam Arif (Sulawesi Selatan), I Manche Al Rahman (Sulawesi Tenggara), Rizal (Sulawesi Tengah), Ikhsan Welly (Sulawesi Barat), Ismail (Gorontalo), Pietsau Amafnini (Papua Barat), Lyndon Pangkali (Papua), dan Jean Hendry Souisa (Maluku Utara).

Sejauh ini, JPIK yang dideklarasikan 2010 ini melakukan kegiatan pemantauan untuk mendorong terlaksananya Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Saat ini JPIK melaksanakan mandat berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 30 Tahun 2016 dan Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Nomor P.14/PHPL/SET/4/2016. (mus)   

 

Last modified on Selasa, 12 Desember 2017 09:17
Read 192 times
Rate this item
(0 votes)

Komentar

Foto Kegiatan