Banyak Capaian Program Kemitraan Wallacea

Senin, 31 Juli 2017 00:00 Written by  mus
Ketua Dewan Perhimpunan Burung Indonesia, Ani Mardiastuti menyarahkan gambar Burung Rongkong kepada Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang pada pembukaan seminar melestarikan keragaman hayati, di Makassar, 27 Juli 2017. Ketua Dewan Perhimpunan Burung Indonesia, Ani Mardiastuti menyarahkan gambar Burung Rongkong kepada Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang pada pembukaan seminar melestarikan keragaman hayati, di Makassar, 27 Juli 2017.

JURnaL Celebes. Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia (Burung Indonesia), 27-28 Juli 2017 di Makasar, melaksanakan seminar dan evaluasi program enam bulanan yang dilaksanakan organisasi mitra di Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Maluku Utara. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengukur sejuah mana capaian dan dampak dari Program Kemitraan Wallacea yang didukung Critical Ecosystem Partnership Fund (CEPF).

 

Kegiatan seminar 27 Juli 2017 melibatkan parapihak dan publik yang dibuka Wakil Gubernmur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu'mang, di Hotel Swiss Bellin. Semantara kegiatan review program dilaksanakan bersama organisasi mitra di Hotel Santika, 28 Juli. Sedangkan 29 Juli peserta dari mitra program mengunjungi lokasi pengembangan ekowisata karst di Rammang-rammang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. 

Dalam kegiatan seminar, organisasi-organisasi mitra yang telah selesai melaksanakan kegiatan tahun pertama, memaparkan capaian masing-masing. Banyak yang dihasilkan dalam program konservasi keragaman hayati di jalur Wallacea. Sebagagian mitra berhasil melakukan perubahan, terutama dengan program ini, dapat mestimulan masyarakat mulai berpihak pada upaya perlindungan keragaman hayati di wilayah-wilayah yang krisis ancaman.

Salah satu aspek penting yang menjadi bahasan dalam seminar maupun pada kegiatan evaluasi tengah program adalah keberlanjutan capaian. Organisasi mitra menghawatrikan pasca-program nanti, apa yang telah dicapai tidak akan berlanjut. Untuk menjawab kekhawatiran ini, para organisasi mitra menguatkan apa yang dicapai, terutama intergrasi dengan program pembangunan di daerah, atau dkungan lain. Dengan demikian, pasca-program, apa yang dicapai bisa berlanjut.

Menurut Team Leader Burung Indonesia untuk Kemitraan Wallacea, Adi Widyanto, Program Kemitraan Wallacea dilaksanakan Burung Indonesia dengan dukungan CEPF yang diluncurkan tahun 2015. Program ini merupakan skema hibah untuk memperkuat peran organisasi masyarakat sipil dalam pelestarian keragaman hayati. Wilayah kerja program adalah di hotspot Wallacea, yaitu kawasan biogeografi yang meliputi Sulawesi, Maluku dan Maluku Utara serta Nusa Tenggara hingga Timor Leste.

Program Kemitraan Wallacea telah memasuki paruh waktu, dari 60 bulan periode investasi di hotspot Wallacea. Karenanya, momentum ini merupakan saat untuk melakukan refleksi atas capaian, efektifitas strategi, baik strategi hibah, peningkatan kapasitas maupun pengarusutamaan isu konservasi, serta efisiensi dalam pengorganisasian hibah maupun program secara umum. (mus)

Last modified on Kamis, 17 Agustus 2017 11:11
Read 29 times
Rate this item
(0 votes)

Komentar

Foto Kegiatan