JURnal Celebes

adalah sebuah organisasi dalam bentuk asosiasi yang terdiri dari wartawan dan aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM/NGO) Sulawesi Selatan.

dibentuk pada 12 September 2002 di Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai forum independen yang mendorong penguatan masyarakat sipil dan kampanye keadilan sumber daya alam.

Visi

terwujudnya masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam mendorong kebijakan dan pengelolaan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Misi

mendorong kesadaran kolektif masyarakat untuk melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem sebagai basis ekonomi.

Karst Maros-Pangkep, Sumber Penghidupan Berkelanjutan

Sabtu, 08 April 2017 00:00 Written by  Mus

JURnaL Celebes. Kawasan Karst yang membentang di Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep menyimpan potensi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang menjamin kelanjutan sumber penghidupan di kawasan ini. Perencanaan pembangunan yang ekspansif dan eksploitatif mengancam punahnya ekosistem keanekaragaman hayati di Maros dan Pangkep. 

Sebagai upaya penyelamatan dan pelestarian kawasan karst Maros-Pangkep, JURnal Celebes bekerjasama dengan Burung Indonesia, Pemerintah Daerah Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) yang  didukung Critical Ecosystem Partnership Fund (CEPF) melaksanakan program pelestarian keanekaragaman (keragaman) hayati di kawasan karts di Maros dan Pangkep. Bantuan lewat hibah pendanaan skala kecil ini untuk membantu pemerintah daerah dalam mengelola kawasan strategis ini untuk memberikan manfaat secara berkesinambungan.

Program ini akan memberikan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah di Maros dan Pengkep, khususnya SKPD terkait serta stakeholder, untuk bersama-sama merencanakan pembangunan yang memperhitungkan pelestarian keragaman hayati di kawasan karts Maros dan Pangkep. Program yang mulai berlangsung hingga Juni 2017 ini memberikan fokus pada peningkatan kapasitas SKPD terkait dengan kegiatan berupa diskusi dan pelatihan, serta merancang input kepada kebijakan-kebijakan pembangunan di Maros dan Pangkep untuk mendukung pelestarian keragaman hayati di Maros dan Pangkep.

Mengapa mesti melestarikan keragaman hayati di kawasan karts Maros dan Pangkep? Sebab kawasan ini memiliki potensi luar biasa. Kawasan karts terindah kedua di dunia, dengan memiliki 709 jenis tumbuhan, 730 jenis satwa liar, 268 gua, 125 jenis kupu-kupu. Dengan potensi ini, kawasan karst Pangkep dan Maros menjadi areal penyimpanan dan penyuplai air untuk tiga wilayah yakni Pangkep, Maros dan Makassar. 

Program ini meyakini bahwa salah satu persoalan mendasar dalam pengelolaan dan perlindungan kawasan karst Maros-Pangkep berkaitan keterbatasan dan perspektif konservasi serta sumber daya yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Maros dan Kabupaten. Untuk itu, diperlukan pemahaman yang menyeluruh mengenai status, keragaman hayati dan ekosistem karst, peluang serta tantangan yang dihadapi, dan model kelembagaan yang  ideal untuk dijalankan ke depan dalam perlindungan karst Maros-Pangkep.

Untuk itu, ada dua sasaran atau output yang ingin dicapai dalam program yakni meningkatnya kapasitas  pemerintah daerah, dalam hal ini SKPD terkait, dalam pengelolaan dan perlindungan ekosistem serta keanekaragaman hayati kawasan Bantimurung-Bulusaraung. Kedua, pemerintah daerah mendukung konservasi karst Maros dan Pangkep melalui penyusunan kebijakan dan program yang mengarusutamakan pelestarian ekosistem dan  keanekaragaman hayati.

Untuk itu, program ini membantu SKPD terkait, misalnya memasukkan aspek konservasi pelestarian keragaman hayati kawasan karst Maros-Pangkep pada RKPD Dinas Kehutanan. Program ini juga memfasilitasi perumusan naskah akademik tentang pelestarian keragaman hayati kawasan karst Maros-Pangkep yang nantinya menjadi bagian dari penyusunan Perda atau SK bupati. Selain itu, program ini juga melakukan seri diskusi strategis  sebagai inisiasi mengintegrasikan Rencana Aksi Karts Maros-Pangkep.

Last modified on Selasa, 16 Mei 2017 02:25
Read 312 times
Rate this item
(0 votes)

Komentar

Foto Kegiatan