• Welcome JURnaL Celebes

    Perkumpulan Jurnalis Advokasi Lingkungan.
  • JAUHKAN HUTAN DARI KERUSAKAN...

    STOP ! Penebangan hutan dan pembukaan lahan baru tanpa diimbangi dengan penghijauan akan menyengsarakan kehidupan. Lindungi dari pembalak liar.
  • JAUHKAN HUTAN DARI KERUSAKAN...

    STOP ! Penebangan hutan dan pembukaan lahan baru tanpa diimbangi dengan penghijauan akan menyengsarakan kehidupan.
  • MENGGALANG KERJASAMA DENGAN MITRA...

    Pelatihan dan pengisian kuisioner oleh masyarakat komunitas pada kegiatan sebagai data dan bahan evaluasi.
  • MENGGALANG KERJASAMA DENGAN MITRA...

    Melakukan diskusi lapangan pada setiap kegiatan.
  • BERSINERGI DENGAN PEMERINTAH DAERAH...

    Melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam pemanfaatan sumber energi terbarukan bagi masyarakat desa terpencil.
  • BERSINERGI DENGAN PEMERINTAH DAERAH...

    Seminar dan koordinasi dengan SKPD terkait pemanfaatan sumber daya alam dan penentuan kebijakan lingkungan komunitas.
  • LINGKUNGAN HIJAU ITU INDAH..

    Menjaga sumber air dan lingkungan hijau adalah tanggungjawab bersama.
  • LINGKUNGAN HIJAU ITU INDAH..

    Menjaga sumber air dan lingkungan hijau adalah tanggungjawab bersama.
  • LINGKUNGAN HIJAU ITU INDAH..

    Menjaga sumber air dan lingkungan hijau adalah tanggungjawab bersama.
prev next

JURnal Celebes

adalah sebuah organisasi dalam bentuk asosiasi yang terdiri dari wartawan dan aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM/NGO) Sulawesi Selatan.

dibentuk pada 12 September 2002 di Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai forum independen yang mendorong penguatan masyarakat sipil dan kampanye keadilan sumber daya alam.

Visi

terwujudnya masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam mendorong kebijakan dan pengelolaan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Misi

mendorong kesadaran kolektif masyarakat untuk melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem sebagai basis ekonomi.

Tata Kelola Sawit Berkelanjutan Harus Dirombak Total

Jumat, 09 Juni 2017 00:00 Written by

JURnaL Celebes. Menyikapi draf Peraturan Presiden tentang Tata Kelola Sawit Berkelanjutan di Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO), organisasi masyarakat sipil (OMS) di Sulawesi mendesak ISPO harus dirombak total. ISPO yang diimplementasikan secara sukarela sejak 2011 dianggap tidak mampu mengatasi berbagai masalah sawit di Indonesia. Untuk itu, ISPO mesti dirombak secara keseluruhan supaya menjadi sebuah sistem yang transparan, terpercaya dan dapat diandalkan. Sistem ISPO versi rancang ulang memerlukan mesin pengawasan dan pemantauan yang tidak memihak dan kompeten, sehingga mampu secara rinci dan komprehensif menelusuri berbagai temuan pelanggaran ISPO. 

JURnaL Celebes. Pada seri diskusi tentang perlindungan dan penyelamatan karst, Rabu (24/5/2017) di Warkop 722 Pangkep, peserta diskusi menyimpulkan bahwa mayoritas masyarakat desa di Pangkep belum memahami fungsi kawasan karst. Ada warga desa yang menjual kawasan karst dekat kebunnya kepada pihak lain. Karena itu, diskusi yang dihelat JURnaL Celebes dan Burung Indonesia ini merekomenfdasikan perluanya sosialisasi fungsi karst dan peraturan yang melindungi kawasan karst tingkat desa.

Tujuh Bulan Penjara untuk Penolak PLTA Seko

Selasa, 23 Mei 2017 00:00 Written by

JURnaL Celebes. Amisandi (39), terdakwa kasus penolak perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Seko, Luwu Utara, Sulawesi Selatan akhirnya divonis tujuh bulan penjara dari tuntutan 10 bulan. Amisandi didakwa mengancam karyawan PT Seko Power Prima ini menyatakan pikir-pikir untuk banding, setelah vonisnya dijatuhkan pada sidang, Senin (22/05/2017) di Pengadilan Negeri Masamba.

Amisandi adalah salah satu petani dari Komunitas Adat Pohoneang Seko Tengah Desa Tanamakaleang, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara. Dia dilaporkan ke polisi oleh pihak perusahaan PT Seko Power Prima dengan tuduhan mengancam pekerja perusahaan itu, saat melakukan pengeboran di Poririang, 27 Desenber 2016. Poririang adalah kampung yang berada di wilayah adat Komunitas Adat Pohoneang.

Dalam diskusi serial Maret 2017 lalu, disimpulkan bahwa pengembangan ekowisata menjadi salah satu alternatif untuk melindungi dan menyelamatkan kawasan karst di Kabupaten Pangkep. Ekowisata yang dikembangkan bertumpu pada peran masyarakat sekitar kawasan karst. Karena itu, pemberdayaan masyarakat desa-desa di sekitar kawasan menjadi penentu dalam mengembangkan pola  yang memberikan peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus melindungi dan melestarikan keragaman hayati di kawasan karst Pangkep.

Halaman 1 dari 4

Berita Terkini

Press Release Update

Komentar

Foto Kegiatan